DEDE KURNIASI
0910612292
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2010
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelasaikan tugas makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Selanjutnya, tak lupa pula ucapan terima kasih penulis sampaikan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bimbinganya dalam belajar.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, diharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar penulis dapat menghasilkan karya yang lebih baik dalam pembuatan makalah selanjutnya.
Padang, 5 Januari 2011
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………….i
DAFTAR ISI………………………………………………………ii
BAB I Pendahuluan……………………………………………………………..1
BAB II Pembahasan……………………………………………………………..2
a.Pemilihan lokasi……………………………………………………………….3
b.Pengolahan tanah……………………………………………………………..4-5
c.Pemilihan bibit unggul………………………………………………………….5
d.Penanaman rumput……………………………………………………..............6
e.Pemeliharaan……………………………………………………………………6
f.Defoliasi…………………………………………………………………………7
g.Peremajaan………………………………………………………………………7
BAB III Penutup………………………………………………………………….8
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….9
ii
BAB I
PENDAHULUAN
Penyediaan pakan hijauan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam usaha peternakan ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau dan domba). Adapun macam pakan hijauan unggul yang ada diantaranya terdiri dari bangsa rerumputan unggul dan kacang-kacangan (legume). Diantara jenis tanaman rumput terdapat berbagi tingkat kesamaan. Berbagai jenis rumput tampak sangat mirip satu sama lain sehingga sukar dibedakan.
Morfologi dari rumput yaitu dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu, bagian vegetative dan bagian generative. Bagian vegetative dari rumput-rumputan yaitu akar,batang dan daun. Sedangkan bagian generative yaitu bunga dan biji.
Bercocok tanam tanaman makanan ternak adalah salah satu alternative para peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan dari ternak mereka masing-masing. adapun cara-caranya akan diulas dalam makalh ini namun sebelum pelaksaan penanaman tanaman makanan ternak, terlebih dahulu ditentukan lokasi yang cocok untuk lahan bercocok tanam tanaman rumput sebagia hijauan pakan ternak. Setelah tanah sebagai lahan untuk budidaya tanaman hijauan makanan ternak tersebut ditentukan, dilakukan pembukaan lahan, membersihkannya, mengolah, memanennya.
1
BAB II
PEMBAHASAN
Ada beberapa tahapan dalam pengolahan budi daya ruput unggul ini seperti;
1.Pemilihan lokasi;
2.Pengolahan tanah;
3.Pemilihan bibit unggul;
4.Penanaman rumput;
5.Pemeliharaan;
6.Defoliasi;
7.Peremajaan.
2
1.Pemilihan Lokasi
Lahan yang cocok dan baik untuk dijadikan lokasi untuk budi daya rumput adalah lahan yang yang mempunyai kriteria sbb:
- Sumber air. Suplai air diperlukan bagi daerah yang sering mengalami kemarau panjang atau apabila akan digunakan sistem penyebaran pupuk secara otomatis melalui saluran pem-buangan.
-Kesuburan Tanah. Perlu diketahui keadaan tanah untuk diperhitungkan unsur-unsur haranya, apa dan berapa banyak yang perlu ditambahkan. Tanah dengan pH diatas 7 sebagai tanah alkalis (basa).dan tanah dengan pH di bawah 7 sebagai tanah asam. Untuk menaikan pH tanah dapat ditambahkan kapur, sedangkan untuk menurunkn pH tanah dapat digunakan pupuk yang mengandung sulfur (ZA).
-Topografi. Rumput mudah ditanam dan dapat tumbuh dari dataran rendah sanpai dataran tinggi. Topografi ini penting dalam perencanaan peggunaan alat mekanisasi dan sistem penanaman rumput. Penggunaan traktor pada kemiringan tanah sampai 18 0 sudah tidak efektif lagi. Bentuk lahan yang tidak beraturan, akan sedikit memberi kesulitan dalam menggambar siteplan, meskipun pada sisi lain kesulitan ini biasa menjadi sebuah keunggulan dalam konsep. Bentuk lahan yang relative persegi, akan memberikan efektifitas lahan yang lebih maksimal dibandingkan dengan bentuk yang tidak beraturan. Disamping itu semakin tinggi derajat kemiringan tanah semakin rendah efisiensi penggunaan pupuk dan membutuhkan upaya keras untuk mempertahankan kelestarian kesuburan tanah dan ini akan menekan biaya produksi yang lebih tinggi. Lahan datar lebih mudah dalam pengelolaan dibandingkan dengan lahan berkontur. Lahan berkontur berbiaya relative lebih besar dibandingkan lahan datar. Namun keunggulan lahan berkontur, biasanya memiliki pemandangan yang indah.
3
2.Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk mempersiapkan media tumbuh yang optimum bagi suatu tanaman. Adapun urutannya sebagai berikut :
a. Pembersihan lahan. Membersihkan lahan terhadap pohon, semak belukar atau tanaman lainnya.
b. Pencangkulan/pembajakan. Bertujuan memecah lapisan tanah menjadi bongkahan untuk mempermudah penggemburan selanjutnya, dengan membalik lapisan tanah tersebut dan mem-biarkan beberapa saat, diharapkan mineralisasi bahan organik berlangsung lebih cepat karena aktifitas micro organisme dipergiat, sehingga tanah menjadi masak. Diusahakan kedalaman pencangkulan ± 40 cm.
c. Penggemburan/penggaruan. Tujuan untuk menghancurkan bongkahan besar menjadi struktur yang lemah dan sekaligus membebaskan tanah dari sisa perakaran tumbuh-tumbuhan liar. Pada tanah yang miring, penggemburan dilakukan menurut kontur (contour) tanahnya, hal ini untuk memperkecil kemungkinan erosi. Setelah di lakukan penggemburan tanah di inkubasikan selama lebih kurang satu bulan, kemudian di lakukan pembajakan kedua sekaligus dengan pembutan bedengan/petakan dengan arah utara-selatan. Luas petak 1,2 meter, dan jarak tanam yang dibuat 0,8m x 1m x 1m di atur dalam baris menurut kontur dengan jarak antar bibit 50cm dan jarak antar baris 100cm.
4
d. Pemupukan Dasar Setelah penggemburan da pembuatan bedengan dilakukan, selanjutnya dilakukan pemupukan dasar. Seperti pupuk kandang, SP-36, KCl dan apabila keasaman tanah tinggi perlu dinetralkan dengan pemberian kapur/dolomite. Dengan kebutuhan per hektar sbb: 5 ton pupuk kandang, 300kg SP-36, 100 kg KCl, 2,4 ton kapur.
Pemupukan urea dilakukan setelah tanaman berumur 10 hari dengan dosis 200kg/ha. Setelah itu urea diberikan lagi setelah pemotongan kedua kebutuhannya 50kg/ha.
3.Pemilihan Bibit Unggul
Apabila kita ingin menanam rumput dengan menggunakan stek, bibit yang akan di tanam sebaiknya dipilih yang sudah lumayan tua kiara-kira berumur 8 bulan, panjang sekitar 25-30cm sedikitnya memiliki dua mata, satu mata di tanam di dalam tanah akan membentuk perakaran rumput, dan satu tunas lagi akan bakal menjadi calon tunas. Bisa juga menggunakan tiga mata, namun kalau menggunakan tiga mata akan lebih banyak memakan biaya produksi yang lebih tinggi. Atau apabila ingin menanam dengan rumpun, pilihlah bagian rumpun yang masih muda yang tingginya 20-25 cm, dan tumbuhnya di tengah-tengah rumpun. Kebutuhan bibit per hektar dengan jarak tanam 1 x 1 m adalah sebanyak 10.000 stek atau rumpun.
5
4.Penanaman Rumput
Waktu tanam yang baik adalah pada awal sampai pertengahan musim hujan, sehingga pada musim kemarau nanti akar tanaman sudah dalam dan cukup kuat. Pada penanaman dengan stek harus diperhatikan. Mata tunas jangan sampai terbalik karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Stek dapat langsung ditancapkan setengahnya ke dalam tanah dengan miring serta jarak tanam disesuaikan dengan persyaratan untuk masing-masing spesies tanaman. Untuk penanaman dengan sobekan rumpun, terlebih dahulu dibuat lobang sedalam 20 cm. Pada tanah miring tanah tidak perlu diolah, cukup dibuat lubang-lubang menurut kontur tanahnya sedemikian rupa sehingga sekaligus dapat berfungsi ganda sebagai penahan erosi. Jarak tanam dalam baris untuk tanah miring dianjurkan 50 cm dan jarak antar baris adalah 1 meter.
5.Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi kegiatan seperti: - Pengairan, dilakukan 7 hari setelah dilaksanakannya pemupukan. Dalam pelaksanaan ini harus diperhatikan jangan sampai kedapatan air yang menggenang sebab dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan bahkan kematian tanaman.
- Penyulaman, dilakukan apabila ada telihat kerusakan pada tanaman. Apabila ada yang mati segera diganti dengan bibit baru.
- Pemupukan, dilakukan 3 - 4 kali per tahunnya. Pemberian pupuk N,P,K di lakukan setelah pemanena (defoliasi). Tetapi urea diberikan pada saat rumput berumur 10 hari dan setelah pemotongan kedua.
- Wedding, dilakukan dengan maksud membersihkan tanaman dari gulma.
- Pembumbunan, dilakukan untuk menggemburkan tanah dengan cara pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan tanah tersebut.
6
6. Defoliasi
Defoliasi diharuskan dilakukan pada periode tertentu yakni pada akhir vegetatif atau menjelang berbunga. Panen pertama umur yang di sarankan 60 hari dengan interval 45 hari dengan pemotongan selanjutnya, tetapi pada saat musim hujan 40-45 hari, pada saat musim kemarau 50-60 hari. Tinggi pemotongan 10-15 cm dari permukaan tanah. Hindari pemotongan yang terlalu tinggi karena akan banyak sisa batang yang mengayu (keras). Demikian juga jangan dipotong terlalu pendek, karena akan mengurangi mata atau tunas muda yang tumbuh.
7. Peremajaan
Setelah berselang beberapa tahun sekiranya tanaman tidak produktif lagi dilakukanlah peremajaan. Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. Sedangkan pelaksa-naannya dapat dilakukan secar bertahap, yaitu diantara rumpun lama ditanam stek atau pols baru, setelah tanaman tersebut mulai tumbuh dengan baik, maka rumpun lama dibongkar. Begitu seterusnya sehingga kebutuhan runput potongan tetap tersedia.
7
BAB III
PENUTUP
Tanaman rumput sangat sesuai sebagai tanaman makanan ternak untuk pengembalaan maupun untuk rumput potongan yaitu, karena mudah tumbuhnya batang-batang baru dengan jalan membentuk tunas, jaringan yang baru dibentuk selama pertumbuhan tumbuh pada pangkal daun sehingga kecil kemungkinan menjadi rusak, banyak jenis rumput mampu mempertahankan pertumbuhan vegetative secara terus menerus, banyak jenis rumput berkembang biak dengan rhizome dan stolon, sitem perakarannya mengikat partikel-partikel tanah dan membentuk jalinan serta mengangkut zat-zat hara ke lapisan permukaan yang tercuci oleh hujan lebat ke dalam tanah. Pengembangbiakan jenis dari rumput ini juga relative mudah selain itu hasil dari produksinya juga tinggi.
8
DAFTAR PUSTAKA
Suyitman. 2003. .Agrostologi. Fakultas Peternakan, Universitas Andalas Padang.
http://serdangbedagaikab.go.id/indonesia/images/keputusan/rumput.pdf
http://lestarimandiri.org/id/peternakan/hijauan-pakan-ternak/113-hijauan-pakan-ternak/235-budidaya-rumput-gajah.html
9